Rumah Tinggal Tumbuh dengan Mezzanine Kos di Yogyakarta

Proyek ini merupakan rumah tinggal milik Ibu Putri yang dibangun di atas lahan di Yogyakarta, sementara pemilik rumah berdomisili di Jakarta. Kondisi tersebut mendorong pendekatan desain yang praktis, mudah dikelola, serta memungkinkan bangunan berkembang secara bertahap. Melalui perencanaan yang umum diterapkan dalam jasa arsitek Jogja, rumah ini dirancang sebagai rumah tumbuh yang mampu mengakomodasi kebutuhan hunian keluarga sekaligus fungsi kos di lantai atas.
Berdiri di atas lahan seluas 193,5 m² dengan asumsi KDB 60%, desain diarahkan untuk memaksimalkan potensi tapak tanpa membuat bangunan terasa padat sejak tahap awal pembangunan.
Baca Juga : Desain Rumah Tropis Klasik 1 Lantai yang Menyatu dengan Lingkungan di Muntilan
Konsep Rumah Tumbuh yang Terukur
Sejak awal, rumah ini dirancang dengan prinsip rumah tumbuh, baik dari sisi ruang maupun fungsi. Lantai dasar difokuskan sebagai hunian utama keluarga, sementara pengembangan vertikal melalui mezzanine dimanfaatkan untuk fungsi kos. Dengan pendekatan ini, rumah dapat digunakan secara optimal sejak tahap awal, sekaligus tetap memiliki ruang untuk berkembang di masa depan tanpa perubahan besar pada struktur utama.
Susunan ruang dibuat ringkas dan mudah dibaca, sehingga memudahkan perawatan dan pengelolaan, terutama mengingat pemilik rumah tidak berdomisili di lokasi proyek.
Living Room Semi Terbuka dan Ruang yang Bernapas
Living room dirancang sebagai ruang semi terbuka yang memiliki hubungan langsung dengan area luar. Bukaan lebar memungkinkan cahaya dan udara alami masuk dengan optimal, sekaligus menciptakan suasana ruang yang lebih lega dan tidak tertutup. Pendekatan ini membantu mengurangi ketergantungan pada pencahayaan dan penghawaan buatan, serta menjadikan ruang keluarga lebih nyaman digunakan sepanjang hari.
Konsep ruang yang terbuka ini juga mendukung pola hidup yang lebih santai dan fleksibel, sesuai dengan iklim Yogyakarta yang tropis.
Rumah Tinggal yang Ramah Kucing
Sebagai rumah yang juga dirancang ramah kucing, perhatian diberikan pada konektivitas ruang dan kemudahan pergerakan hewan peliharaan. Area semi terbuka, bukaan rendah, serta sirkulasi yang jelas memungkinkan kucing bergerak dengan aman tanpa mengganggu aktivitas utama penghuni.
Beberapa sudut ruang dirancang fleksibel untuk penempatan tempat tidur, jalur naik-turun, maupun area bermain kucing, sehingga rumah tetap nyaman bagi penghuni maupun hewan peliharaan.
Kamar Kos Mezzanine dengan Fasilitas Lengkap
Fungsi kos ditempatkan di lantai atas dengan sistem mezzanine. Pada bagian bawah mezzanine, setiap unit kos dilengkapi kamar mandi dengan shower, lemari penyimpanan, dan meja kerja. Sementara area tidur ditempatkan di bagian mezzanine atas, menciptakan pemisahan aktivitas yang jelas dalam satu unit ruang.
Pendekatan ini memungkinkan unit kos tetap terasa tertata meskipun berada dalam luasan yang terbatas. Penempatan fungsi secara vertikal juga membantu menjaga privasi antara penghuni rumah tinggal dan penghuni kos.
Baca Juga : Suzhou Museum of Contemporary Art : Kritik atas Arsitektur Ikonik
Bangunan yang Mudah Dikelola dan Adaptif
Dengan pembagian fungsi yang jelas, rumah ini mampu berperan sebagai hunian sekaligus aset produktif tanpa kehilangan keteraturan ruang. Pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, serta bentuk bangunan yang sederhana menjadikan rumah ini mudah dirawat dan relevan untuk penggunaan jangka panjang.
Proyek ini menunjukkan bagaimana jasa arsitek Jogja dapat membantu merancang rumah tinggal tumbuh yang adaptif, ramah lingkungan, dan selaras dengan kebutuhan pemilik, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi.